SEKULARISME, ANTARA SIKAP ILMIAH ATAU VIRUS

islam-vs-sekuler-copy1Dewasa ini mayoritas  muslim  berusaha untuk menerapkan suatu paham yang disebut dengan sekularisme dalam hidup dan kehidupannya  yang dianggap sebuah cara ilmiah dalam berpikir.

Olehnya kita akan melihat apakah sekularisme merupakan sikap ilmiah dalam berpikir atau merupakan salah satu virus atau racun yang berhasil ditanamkan  kepada kaum muslimin, tentu dalam lingkup al Qur’an dan Sunnah sebagai standar  ilmiah dari Allah yang Maha Kuasa atas segala hal.  Bagaimana pula akibat dari paham ini terlebih jika ia diterapkan, terlebih dalam sebuah Perguruan Tinggi Pendidikan  di Indonesia yang merupakan negeri islam terbesar di dunia dan akhirnya melahirkan guru dan anak didik yang sekuler.Definisi

Dalam kamus bahasa indonesia Sekularisme adalah suatu paham atau pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Bertujuan  memisahkan urusan dien dengan negara atau antara dunia dan akhirat seorang muslim.

Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah merupakan sebuah konsep terbaik yang dipilih manusia terlebih kaum terpelajar dalam menyelesaikan suatu permasalahannya. Namun adakah sebuah konsep ilmiah yang bertentangan dengan al qur’an, sejatinya setiap muslim mnyerahkan segala urusannya kepada Allah yang telah menciptakannya dalam bentuk sempurna.“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . QS. at Tin-4

Namun kenapa pula, kita bersandar dari selain sistem Allah dan memilih sistem yang selainnya, apakah agama ini belum lengkap mengatur segala hal dalam urusan manusia?!

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. QS. Al Maidah: 3.

Maka kesimpulan setiap muslim seharusnya sebagai tanda adanya keimanan dalam dirinya adalah menyerahkan segala urusannya kepada Allah, dan yakin tidak ada sistem yang lebih baik dan ilmiah selain konsep tesebut datang dari Allah dan Rasulnyashallallahu ‘alaihi wasalla.

Sekularisme Sebagai virus

“janganlah kalian mencampur adukan antara yang haq (benar) dan yang bathil (salah), dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahuinya. Qs alBaqarah: 42

Setiap muslim harus yakin bahwa segala konsep, atau pemahaman yang datangnya dari selain Allah adalah bathil, karena ia datang dari manusia yang sangat dhaif (lemah)

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Ar rum: 54.

Jika kita melihat sejarah munculnya sekularisme ini adalah sebuah konsep diluar islam yang diterapkan ketika agama kristen diterapkan sebagai hukum negara dikerajaan  romawi yang berujung kepada penindasan dan kedzaliman terhadap rakyatnya, tapi hal itu wajar saja terjadi  karena kitab injil yang Allah berikan telah berulang kali mereka membuat edisi revisinya, wanaudzu billahi min dzalik. Bagaimana mungkin manusia yang begitu lemah mengoreksi Allah dan Maha Kuasa.

Bentuk Toleransi  

Apakah penerapannya merupakan bentuk toleransi?

Tiada yang dapat mengingkari bahwa mayoritas rakyat indonesia 80%  adalah muslim bahkan lebih, maka seharusnya sikap toleransi adalah ketika standar penerapannya adalah melihat kaum muslimin, sebagaimana mereka orang-orang kafir  menerapkan sistem demokarasi dimana yang banyak atau mayoritaslah yang berkuasa atau menang.

Tapi esensinya jangan pernah kita lupa bahwa orang kafir tidak pernah senang dengan kaum muslimin

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. QS. Al Baqarah: 120

Dari Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kamu sekalian akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, sehingga walau pun mereka masuk ke lobang biawak pun niscaya kamu menuruti jejaknya.” Kami bertanya, “Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nashranikah?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?”

Marilah kita lihat dampak buruk dari sistem sekularisme ini:

  1. Pemahaman muslim akan konotasi ibadah sekedar dimasjid dan ibadah ritual seperti shalat, mengaji, puasa dan haji.
  2. Keraguan terhadap islam sebagai konsep yang sempurna dan paripurna.
  3. Standar keilmiahan dengan mengutip pendapat para ahli fulan dan fulan dan bukan lagi alqur’an dan sunnah. Apakah mereka-mereka itu lebih cerdas dari Allah?!
  4. Pemisahan islam sebagai dien dengan ilmu pengetahuan, maka siapakah yang lebih dahulu menemukan teori Big Bang, teori Embriologi, atau selainnya dari al qur’an yang telah menyebutkan sejak 1400 tahun yang lalu?
  5. Rasa bangga (izzah) kaum muslimin yang terus terkikis sehingga malu manampakkan jati dirinya sebagai muslim.
  6. Jauhnya bangsa kita dari rahmat Allah dengan silih bergantinya musibah dan bencana melanda negeri ini.
  7. Keengganan untuk berhukum dengan hukum Allah yang Maha Sempurna.
  8. Orientasi yang tinggi terhadap dunia dan melupakan akhirat.
  9. Sikap ikut-ikutan terhadap orang-orang kafir dalam gaya hidup dan segalanya.
  10. Menganggap bahwa segala karya buatan manusia saat ini adalah hasil karya dan tidak ada campur tangan Allah azza wa jalla didalamnya.

Jika salah satu dari point diatas ada pada diri kita, ketahuilah bahwa virus tersebut telah menjangkiti kita.

Ketauhilah Wahai saudaraku se Iman
Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya. Barangsiapa menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan hukum-hukum syari’at, maka dia adalah seorang sekuler.

Siapa yang membolehkan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras, musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh terhadap si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka dia masuk ke dalam golongan sekuler. Sebagaimana teguran Allah terhadap Yahudi:

Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. ” [Al-Baqarah :85].
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” [Hud:15-16]
Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah mengajak setiap muslim berorientasi kepada dunia dan kenikmatan pelampiasan hawa nafsu sekalipun diharamkan dan mencegah dari melakukan kewajiban agamanya, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat berikut:
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” [Al-Isra :18]

Semoga bermanfaat dan menambah keyakinan kita terhadap islam serta berusaha mempelajari dan menyampaikan risalah yang mulia ini.

Abu Usamah di Serambi Madinah

Categories: Buletin Dakwah, Dept. Infokom | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: