Ada Air Mata di Pelupuknya…

581583_10151248817988600_116670672_n

Tulisan yang kuhadirkan didepan pembaca ini hanyalah tulisan lusuh yang tak seindah dan seliuk kata-katanya dengan tulisan-tulisan best seller yang pernah kita baca. Demikian pula isinya yang tak akan mengurai air mata para pembaca karena kisahnya yang mengharu biru atau bahkan mungkin karena kesedihannya yang menyayat hati tapi apa yang kuhadirkan untuk pembaca hanya sekedar oase untuk mengobati kerinduanku padanya. Orang yang paling aku cintai dan rindukan.

Siapa yang menyangka bahwa ternyata diantara kita sangat sedikit yang mengetahui tentang kisah hidup dari sosok yang paling dicintainya. Sekedar contoh sobat adakah diantara engkau yang tau secara pasti seluruh kisah hidup orang tercintamu seperti yang DIA banyak tau tentang kisah hidupmu. kapan DIA lahir?, Bagaimana senyum dan murungnya? apa yang menjadi makanan kesukaannya? De el el. ataukah memang tak ada yang kita tau selain namanya yang sering kita sebut dikala kita menangis tersedu bahkan sekedar nama lengkapnya saja kita masih lupa-lupa ingat atau jangan-jangan kita tak pernah mencintainya sepenuh hati?. Oleh karena itu Saudaraku kuajak engkau sejenak merenungi keratan tulisan yang kupersembahkan untukmu berikut ini! “ Sobat cobalah tuk memandangi sosok yang mulai menua itu kini wajahnya tak secantik dan seayu dulu lagi, dia bukan lagi bidadari dalam pingitan, rambutnya yang hitam lebat menjuntai lurus memesona kini mulai memutih dan tersanggul, tangan ajaibnya yang halus mengelus dan menyuapi kita kini telah lemah mengeriput mengiringi guliran waktu, tutur katanya yang lemah lembut nan ramah kini mulai parau dan terbata-bata meski balutan cinta dan kasihnya tak akan pernah memudar sedikit pun, yah dialah sosok yang membesarkan nama kita dikala kita terpuruk dan jatuh, “Apa yang membuatmu murung sayangku, kejarlah cita-citamu jangan pernah mendahului nasib yang belum pasti ditakdirkan untukmu jangan menggagalkan rencana besar Allah dengan keputusasaanmu, kejarlah sayangku doaku kan selalu menyertaimu” ucapnya singkat, dialah yang sudi menjadi ember penampungan untuk mendengar seluruh keluh kesah kita, sekali lagi dialah kawan bukan facebook atau twitter yang sama sekali tak memahami keadaan dan perasaan kita. Sedih, tawa, canda, marah semuanya telah kita sisipkan dalam hidupnya cukuplah itu menjadi bukti kecintaannya kepada kita yang tak berbatas, sedikitpun dia tak rela melihat guratan sedih dan murung di wajah yang dia banggakan dan cintai sepenuh jiwanya itu, yaitu kita. Entah berapa bagian yang telah kita sita dari hidupnya hanya untuk kebahagiaan kita. Ketahuilah saudaraku diantara kita tak ada yang tau suatu saat senyum tulus itu kan berubah menjadi senyuman kaku yang berbalas tumpahan air mata dan jeritan tangis, saat dimana nasihat petuahnya, dongengnya, dan tegur luhurnya  tak lagi terngiang-ngiang dan menyapa telinga kita, saat itulah kita akan tahu arti sebuah perhatian dan kasih sayangnya. Jangan biarkan kepergiannya membawa luka lara yang menyesakkan dadanya tak relakah kau melihatnya tersenyum meski hanya sepintas saja. Bagi yang masih mendapati sosok itu datanglah kepadanya dengan kerinduanmu yang sangat, tumpahkan seluruh kerinduan itu agar tak meninggalkan kisah lara saat engkau tak mampu lagi merasakan kehangatan pelukannya yang erat dan penuh kasih. Dialah IBU.

Khusus untukmu Saudariku, IBU adalah kata  yang suatu saat pasti akan mengiringi nama kalian, kata yang akan terdengar jelas ditelingamu memanggilmu sambil diiringi rengekan-rengekan manja si kecil anakmu! Anda pun pernah merasakannya bahkan mungkin kemanjaan itu belum lekas dari dirimu, saudariku IBU adalah sebutan yang teramat sakral utuk kaummu ketahuilah banyak diantara kaummu yang menginginkan sebutan itu namun sepertinya sangat susah untuk meminangnya. Kelak sekiranya engkau masih merasakan sejuknya pagi dan dinginnya malam cobalah tuk mejadi sosok yang yang paling dicintai dan dihormati oleh buah kasihmu sepenuh jiwanya, tak rela membiarkan air matamu tumpah berurai menyentuh bumi apatahlagi membuat pelupukmu memerah penuh luka yang mencabik.

Saudaraku Ingatlah! Cukuplah kehidupanmu hari ini menggambarkan masa depan yang kan engkau jalani esok kawan, cobalah tuk berbuat yang terbaik untuk IBUmu, yah minimal untuknya. Tidakkah engkau ingin senyum sumringah merekah itu tersungging dari bibir tipis keringnya yang tak lekang memanjatkan doa kepadaNYA untuk kebahagiaanmu. Pikirkan setiap langkah yang kan engkau tempuh jangan biarkan langkah itu justru menjadi keresahan batin IBUmu membuatnya harus melawan badai malam yang dingin menusuk pilu kedalam relung hatinya meski tampak olehmu diwajahnya keceriaan yang kau terjemahkan sebagai bahasa kebahagiaan, tidak! sekali lagi tidak Saudaraku wajah itu tak menggambarkan kebahagiaannya, kebahagiaan itu tak seperti yang engkau saksikan pahamilah bahasa hati IBUmu. Untuk engkau yang jauh dari ibumu renungkanlah baik-baik betapa ibumu saat ini berharap cemas kabar beritamu di negeri orang meski itu hanya MAKASSAR, betapa tidak anak yang dikandungnya dan diasuhnya dengan seluruh kasih sayangnya tak lagi di sisinya. Apakah ia sudah makan?, Apakah uangnya masih cukup? Apakah ia sehat-sehat saja? Atau…?….yah, pertanyaan rindu khawatir itu muncul dari benaknya tanpa berharap apakah kita juga rindu dan perhatian dengan keadaannya. Ketika uang telah habis kita boleh saja dengan mudah menelponya “Ma’ habismi uangku, kirimika lagi!” tanpa pernah berpikir betapa berat perjuangannya mengumpulkan uang lembar demi lembar receh demi receh bahkan rela menikmati makanan tawar tak bergaram cuma karena tak ingin melihatmu dirundung susah. Saudaraku sadarkah engkau boleh jadi Apa yang kau lihat disekujur tubuhmu yang kau nikmati dengan uang adalah perasan peluhnya bahkan mungkin adalah bayaran atas tetesan darah kakinya yang luka melepuh menyusuri tapak jalan yang bercadas di bawah terik panas yang memanggang. Saudaraku berusahalah tuk berpikir dari sudut pandang IBUmu, dia tak pernah menginginkan engkau gagal, jadi adakah alasan untuk kita tak membuatnya bahagia padahal seluruh hidupnya dia gadaikan hanya untuk melihatmu tersenyum bahagia. Jadikan setiap harimu adalah hari IBU. Berjuanglah untuk IBU dan kesuksesanmu. Kalian adalah anak yang lahir dari rahim seorang wanita yang hebat, DIAlah IBUmu. Ya Allah buahkanlah Surga Firdaus untuk ibu-bapakku! Bakti dan cintaku kan tetap menyertaimu!

 Oleh: Muhammad Akbar <Mahasiswa AP 08>

Iklan
Categories: Dept. Infokom, PUSDAMM UNM, SC Al Faatih FPsi UNM, SC Al Huda FE UNM, SC Al Ihsan FSD UNM, SC Ar Riyadho FIK UNM, SCMM BEM FMIPA UNM, SCRN FIP UNM, Uncategorized | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: