Sang Musafir

Penulis : Suradi (Ketua Umum SCMM FMIPA UNM 1435/1435)

Tak ubahnya seperti musafir, yang melakukan perjalanan yang melelahkan, maka layaknya mempersiapkan perbekalan yang cukup memadai untuk sampai pada negeri yang tuju karena berhentinya hanya beberapa saat untuk mengumpulkan perbekalan. setiap kali melewati perkampungan tertentu yang tak seorangpung yang dikenalnya, tidak ada sanak adara di sana, tidak ada teman di sana, tidak karib keluarga disana, dan tidak seharusnya bersantai-santai dalam berjalan mengingat pajangnya perjalanan yang harus di lalui.

Barangkali tidak jauh dari perumpamaan atau Penggalan kalimat diatas adalah gambaran seorang makhluq yang bernama manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia:

yang melakukan perjalanan yang melelahkan:

seorang manusia yang merupakan hambah Allah pasti sadar akan hal tersebut, bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang melelahkan, kehidupan yang penuh susah payah,  sebagaimana firman Allah dalam surah al-balad ayat 4 “ sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan yang bersusah payah  ” berpindah dari satu ujian kepada ujian yang lain, entah ujian itu ketika seseorang ditimpa dengan kenikmatan maka seharusnya dia bersyukur dengan hal tersebut ataukah ujian itu ketika di timpa dengan kemudharatan maka seharusnya dia bersabar dengan hal ter tersebut, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi wa sallam “ sungguh menakjubkan urusan seorang mu’min, setiap urusannya dalam keadaan baik, dan tidak didapatkan keadaan ini kecuali pada orang mu’min, jika ditimpakan nikmat padanya maka dia bersyukur dan itu baik baginya, jika ditimpakan mudharat padanya maka dia bersabar dan itu baik baginya

 maka layaknya mempersiapkan perbekalan yang cukup memadai untuk sampai pada negeri yang tuju karena berhenti hanya beberapa saat untuk mengumpulkan perbekalannya:

perbekalan yang hendak kita siapkan adalah taqwa karena sebaik-baik perbekalan adalah taqwa, sebagaimana firman Allah “ dan berbekallah kalian dan sebaik-baik perbekalan adalah taqwa”. Kehidupan kita di dunia ini adalah tempat kita untuk beramal, melakukan amalan-amalan shalih yang akan menjadi pemberat timbangan di akhirat kelak, bukan tempatnya kita bersantai-santai dan menjadi pengamat da’wah. Seharusnya kita bertingkah laku ibarat buruh harian, dimana kita akan di upah sebagaimana pekerjaan yang kita lakukan sebagaimana sabda rasullullah “ pahala berbanding dengan berat amalan yang di lakuka” dan kita seperti buruh tani yang tidak memakai pakaian bersih selama masih di sawah, tapi hendaknya memakai pakaian bersih setelah melakukan aktivitasnya di sawah.

melewati perkampungan yang tertentu yang tak seorangpung yang dikenalnya, tidak ada sanak saudara di sana, tidak ada teman di sana, tidak karib keluarga disana

dalam perjalan untuk berjumpa dengan Allah, di akhirat kelak semua manusia akan sibuk dengan dirinya sendiri, orangtua berpisah dari anaknya, istri berpisah dengan suaminya, seseorang berpisah dari saudarnya, yang semua manusia pada saat di dunia ini kelihatannya bersama-sama, kelihatannya bersaudara, tapi sayangnya kebersamaan dan persaudaraan mereka itu tidak di dasari dengan keimanan kepada Allah.

tidak seharusnya bersantai-santai dalam berjalan mengingat panjangnya perjalanan yang harus dilalui.

Perkataan seorang sahabat yang mulia “di dunia adalah tempat beramal bukan tempat berhitung dan akhirat adalah tempat berhitung bukan tempatnya beramal ”. begitulah seharusnya kita  bersikap di dunia ini sebagaimana perkataan tersebut, bahwa dunia tempat kita beramal bukan tempat bersantai-santai. Barang siapa yang bersantai-santai saat bekerja maka sungguh akan menyesal pada saat pembagian upah, kita cukup bersabar dengan dengan pekerjaan kita sebagai seorang dai sampai kita Allah menentukan bagi kita atas ketetapannya dan perjumaan yang pasti denganNya.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: