HARUSKAH AKU BERDAKWAH

oleh: Abu Fatih Saely

“Tiada ucapan yang indah selain dakawah, tiada perbuatan yang paling mulia selain dakwah, dan tiada hidup paling bahagia selain meniti jalan dakwah”

Haruskah aku berdakwah ditengah zaman yang tak lagi memperdulikan kematian, dimana nyawa hanya bisa dihargai dengan rupiah, kehormatan digadaikan ibarat barang jajanan, kezaliman adalah perbuatan yang biasa, harta yang halal dan haram tak ada beda.

Aku terlahir dizaman yang sedang hancur sehancurnya zaman, diantara masyarakat yang tak mengenal agama, ditengah keluarga yang hanya melakukan ritual berdasarkan budaya. Jauh dari kajian alquran, dan tak mengenal pengamalan hadist, yang ada hanya larangan nenek moyang yang telah mengakar daging. Ini boleh karena nenek moyang kita tidak melarang, dan ini tak boleh karena dilarang oleh nenek moyang.

9Aku dibesarkan ditengah kemerosotan nilai-nilai tauhid, diantara manusia yang berburu mencari kehidupan dunia dan tak lagi memngharapkan kehidupan akhirat apalagi sekedar mengenal tentang akhirat, kehidupan setelah ia mati. Aku tak pernah menikamati indahnya keindahan menuntut ilmu. Aku belajar hanya untuk sekedar mendapatkan peringkat pertama, mendapatkan nilai yang sempurna dan mengalahkan semua orang-orang yang hendak mengadu kekuatan padaku.

Aku menikmati setiap detik hariku dengan kesenangan dunia, makzait, campur baur dengan wanita dan segala bentuk fitnah-fitnah dunia. Tak ada keindahan lantunan pembacaan ayat Alquran apalgi gemulainya gerakan-gerakan sholat. Aku hanya tahu, hari ini aku ada, dan hari ini adalah hari untuk bersenag-senang.

Inilah sepenggal cerita, yang mungkin kita juga pernah mengalami.sehingga kita terlarut dan memaknai inilah kehidupan, makan, minum, tidur, dimulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, mati. Tanpa adalagi pemaknaan tentang hakikat kehidupan sebenarnya. Semua berlalu dengan begitu saja. hari-hari hanya diisi dengan perbuatan yang hanya dengan keisengan semata, tanpa memikirkan dampak dan konsekuansi dalam perbuatan dan perkataan yang dilakukaknnya. Ketahuilah bahwa setiap perbuatan yangtelah kita lakukan semuanya akan ada konsekuensinya entah itu konsekuensi secara langsung atau konsekuesi yang hanya bersifat abstrak (dosa).

Apakah hidup sesimpel dan semudah itu, apakah mungkin tak ada hal yang dapat dipetik dalam setiap hari kehidupan yang telah kita lalui. Apakah setiap hari hanya berlalu dengan perbuatan-perbuatan yang sia-sia tanpa memikirkan sesuatu tentang masa depan. Apakah hidup hanya untuk makan, tidur atau hanya sekedar bercanda gurau dengan sekelumit masalah kehidupan.

Yah inilah hidup, inilah alasan mengapa aku harus berdakwah. Inilah alasan menngapa aku harus mengemban tugas para nabi, walau aku tahu diri ini tak akan pernah mendapat predikat sesempurna mereka, yang menjadikanku harus berhenti berdakwah.

Aku harus berdakwah, berdakwah untukmenjelaskan yang mana yang haq dan mana yang batil. Menjelaskan makna hidup tujuan setiap insan hadir di permukaan bumi. Menjelaskan apa yang terkadung dalam Alquran dan membenarkan Al hadist. Menjadi sebuah pelita yang mencoba menerangi kepekaan malam. Menjadi bagian dari mereka yang dijanjikan oleh Allah kehidupan yang lebih baik, lebih baik, lebih baik dari apa yang sempat terlintas di fikiran.

Inilah alasanku mengapa aku harus berdakwah.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: