Larangan Jilbab, Intoleransi Minoritas

HIJAB3Oleh: Muhammad Ode Wahyu

“Wahai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang mukmin. ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seleuruh tubuh mereka’. Yang demikian itu agar supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena mereka tidak diganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Jilbab adalah kewajiban bagi muslimah. Dengannya wanita menjaga auratnya dari pandangan orang-orang yang tidak halal untuk melihatnya. Wanita dikaruniai rasa malu melebihi kaum adam yang menjadi fitrah baginya untuk menjaga kehormatan dirinya dengan menjaga auratnya. Sehingga wanita yang enggan untuk menutup auratnya pada hakikatnya telah kehilangan fitrahnya.

Muslimah tetap bisa menjalankan berbagai aktivitasnya tanpa merasa terganggu dengan jilbab yang mereka kenakan. Lalu timbul pertanyaan, kira-kira apa motif yang melandasi orang yang tidak senang melihat wanita yang mengenakan jilbab ? Menggaggukah mereka, dari segi mana ? atau menghalangi mereka untuk beraktifitas , bagaimana bisa ? atau mereka tidak senang melihat ada wanita yang menjaga kesuciannya ? sungguh yang memiliki sifat ini hanyalah para pengikut syaitan.

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu AURATnya dan syaitan berkata: ‘Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat, atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam syurga)’. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya,: ‘ sungguh saya adalah termakasud orang-orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua’. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu0 dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, maka nampaklah bagi keduanya aurat-aurat dan mulailah keduanya menutupi dengan dedaunan syurga. Kemudian Raab mereka menyeru mereka, ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon katu itu dan aku katakan kepdamu, ‘Sungguh syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu ?’.” (QS. Al A’raf: 20-22)

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim mayoritas dan terbesar di dunia. Namun masih ada saja kelompok-kelompok yang sangat terganggu melihat wanita-wanita muslimah menutup auratnya. Mislanya saja, kasus yang terjadi di Bali, dimana sebuah sekolah membuat peraturan larangan menggunakan jilbab bagi siswi muslimah, sehingga siswi tersebut harus melalui perjalanan panjang untuk tetap bersekolah di sekolah tersebut. Kasus lain yang terjadi, yakni adanya sekelompok LSM yang menyerukan kepada pengelola pasar swalayan untuk melarang karyawannya mengenakan busana muslim. Dengan alasan menghargai budaya dengan agama mereka yang mayoritas Hindu.

Bolehkah dengan alasan seperti itu ? indonesia yang sekitar 87% penduduknya adalah muslim, adakah diantara muslim itu melarang untuk memperlihatkan salib karena penduduknya adalah mayoritas muslim.? Adakah diantara mereka yang melarang simbol-simbol agama Budha dan Hindu itu tidak diperlihatkan karena Indonesia adalah mayoritas muslim, demi menghargai mereka ?

Dan lihatlah betapa diskriminatifnya mereka. Turis-Turis Asing dengan bebasnya bertelanjang di muka umum, dipantai-pantai sepanjang pulau Bali, namun mereka tak merasa terganggu dengan hal tersebut. Tapi giliran wanita yang mau menutup auratnya jutru dihalang-halangi.

Secara konstitusi dan hukum yang berlaku di negara kita, sebenarnya pelarangan ini termaksud ‘Cacat Hukum’, karena negara telah menjamin kemerdekaan tiap-tiap warga negaranya untuk beribadah menurut agamanya masing-masing. (lihat UUD 1945 pasal 29). Apalagi negara mengakui bahwa negara ini merdeka berkat Allah yang maha Kuasa, Rabb kaum Muslimin, “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaaan yang bebas, maka rakyat Indonseia meyatakan dengan ini kemerdekannya” (UUD 1945 alenia ketiga). Maka seharusnya, mereka yang tinggal di Indonesia, bisa lebih menghargai kaum muslimin.

Perangkap Musuh Islam

Sejak dahulu selalu ada upaya dari musuh Islam untuk menghalangi nilai-nilai Islam lalu menggantikannya dengan budaya barat. Para penyerunya meneriakkan slogan, ‘Teleransi antar ummat beragama’ muslim harus mengharfai agama minoritas, nnamun disisi lain mereka dengan sombongnya selalu mendzalimi kaum muslimin. Muslim terdzalimi, namun propoganda perang pemikiran telah berhasil membalikkan fakta dengan opini, sehingga seolah merekalah yang terdzalimi.

Muslim yang cuek dengan masalah ini adalah muslim yang telah menjadi korban dari perang pemikiran itu. Karena rasa persaudaraannya terhadap muslim lainnya telah hilang lalu digantikan dengan sifat apatis.

Diupayakan kareakter muslim hari ini lahir dari hasil konspirasi mereka. Setiap muslim dihibur dengan berbagai tayangan yang jauh dari nilai-nilai agama, sehingga tidak mengherankan, hari ini banyak diantara pemuda kaum muslimin menyukai grup band dari negara lain walau mereka tahu bahwa meraka adalah Gay dan Lesbian. Hiburan seperti ini, terus disosialisasikan oleh pendakwah budaya barat itu, guna menciptakan rasa apatis dalam tubuh kaum muslimin akan agama mereka sendiri.

Disisi lain, mereka juga selalu memanas-manasi kelompoknya untuk memutuskandan memusuhi kaum muslimin, mereka terkadang bersembunyi di balik baju kebohongan untuk mengelabui kaum muslimin.

Sungguh kalian akan mengikuti jalan-jalan orang-orang sebelum kalian (yahudi dan nasrani) sejengkal-demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sehingga walaupun mereka masuk kedalam lubang biawak kalian akan mengikutinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam dan Toleransi Antar Ummat Beragama

Islam tidak pernah memaksa agama lain, untuk memeluk Islam. Islam mempersilahkan mereka beragama, karena pada akhirnya mereka akan mempertanggungjawabkan pilihan mereka. Syaikh Abdurrahman As’sadi rahimahullah menjelaskan Allah mengajarkan agar tidak memaksa dalam agama ini, karena tidak ada hajat kita akan hal tersebut.

Indonesia adalah negara yang aman karena penduduknya adalah masyarakat muslim yang sangat toleran dengan agama lain, bandingkan dengan negara lain di Belgia, Orang shalat jumat di ganggu dengan demo, bahkan dilempari batu. Di berbagai negara Eropa ada wanita-wanita yang dianiaya hanya karena menggenakan jilbab. Di Prancis yang katanya negarayang paling toleran namun wanita muslimah harus membayar denda tiap harinya untuk bisa mengenakan jilbab secara sempurna di muka umum. Di Burma, Muslim Rohingya dibantai. Di Thailand, Muslim di Patani hampir tiap harinya ditembaki. Di Afrika tengah juga seperti demikian, lalu mana suara oendakwah HAM ? Mereka diam, karena mereka adalah bagian dari konspirasi ini.

Kini, Balipun ikut-ikutan. Jilbab dilarang. Anak-anak sekolah dasar diusir dari sekolah karena mengenakan jilbab, Bali tidak menerima Jilbab. Papua pun sama seperti itu, bank Syariah dilarang karena mereka membawa isu sara. Lalu siapa yang tidak toleran ?

Kekafiran Agama yang Satu

“kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu, dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termaskud urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali Imaran:186)

Dalam ayat ini, disiyarakatkan bahwa berbagai terot yang dilakukan orang-orang kafir Yahudi dan Nasrani dan orang-orang musyrik, akan terus berlangsung sampai sekarang. Berdasarkan ayat ini pula, para ulama menegaskan bahwa ‘kekafiran dalam bentuk apapun tetap satu, yaitu memusuhi islam. Walaupun kualitas permusuhan mereka terhadap islam juga bermacam-macam, tetapi intinya mereka tidak akan ridha dengan apa yang kita imani.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu jingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘ sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’ dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu. Maka Allah tidak lagi menjadipelindung dan penolong bagimu.”(QS. Al Baqarah: 120)

Namun , berbagai gangguan dan intimidasi tersebut hendaknya menjadikan kaum muslimin agar tetap bersatu dan menguatkan kita untuk berpegang teguh pada ajaran islam. WallahuMuaffik

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: