Sebuah Catatan Kegundahan Aktivis Dakwah

9Oleh: Saharuddin Bin Syamsuddin

Bismillah, segala puji bagi Allah tiada sembahan selain Dia yang mengendalikan hati-hati manusia yang memberikan hidayah kepada manusia dikala ia menetapkan kebaikkan bagi seseorang maka tidak ada yang bisa mencegahnya dan tatkala ia menetapkan keburukkan pada seseorang maka tidak ada pula yang dapat menolaknya

Zaman ini, adalah zaman yang penuh fitnah-fitnah yang sangat dahsyat. Dikala manusia dihamparkan dengan berbagai perkara yang menjebak dalam penjara kehidupannya. Mengapa tidak, fitnah merebak dimana-mana manusia yang beriman kini terkoyak tak mampu mengalahkan fitnah tersebut, mereka hanya mampu membendung dengan keimanan yang terus di perkuat, namun kadang kala tatkala kita memperbaiki iman selalu saja ada godaan yang semakin menggiurkan yang terus mengikis sedikit demi sedikit keimanan dalam hati..

Dimana pun kita berada fitnah ini terus menghantui diri, entah dibalik tembok yang kokoh ataupun benteng yang menjulang tinggi, tak helak di lingkungan rumah kita saja kita tidak terlepas dari fitnah tersebut apatah lagi di luar rumah yang merupakan sarang fitnah terbesar bagi kehidupan.

kita hanya bisa terus menerus mencas keimanan minimal 1 kali dalam sepekan melalui sebuah majelis ilmu yaitu tarbiyah. Dimana di dalam tarbiyah kita di ajarkan al qur’an yang mana nama Allah tak pernah terhenti untuk disebut serta nabi kita, sahabat, tabi’in, dll serta para ulama yang masih hidup sampai sekarang ini, inilah sebahagian cara kita untuk bisa mengurangi fitnah yang selalu menghantui manusia

Kita perlu sadari bahwa ancaman ini akan selalu ada disekitar kita, fitnah ini yang sangat sering mengikis keimanan seseorang, fitnah apakah itu, yaitu fitnah wanita, yang kita ketahuai bahwa ini adalah senjata setan yang paling kuat, dan sudah menjatuhkan banyak manusia keladang kehancuran. Sekarang ini bisa kita lihat wanita wanita yang ada disekitar kita yang semestinya menjaga dirinya menjaga auratnya untuk suaminya kelak tapi apa yang terjadi mereka malah memamerkan diri mereka sunngguh di sayangkan.

Kini kita sebagai umat muslim haruslah terus berusaha unuk menjaga diri kita untuk tidak terjatu di zona kemaksiatan, jikalah kita bisa terus bersabar dan beristiqomah untuk menjaga diri kita dan terus beribadah kepada Allah adzawajallah, insya Allah kita akan menemukan kenikmatan yang di akhirat kelak yang mana kita dinaungi oleh Allah yang tidak ada lagi naungan selain darinya

Sebagai manusia kita tentunya bersyukur kepada Allah yang diberi kesempatan untuk bisa memperbaiki keimanan, marilah kita memperbanyak menuntut ilmu ilmu yang bermamfaat untuk dunia dan akhirat kita kelak, dengan banyak menghadiri taklim dan mengikuti halaqah tarbiyah. Hanya ini mungkin yang dapat kami sampaikan, kurang lebihnya mohon di maafkan, wassalamu’alaikum, wallahu ta’ala ‘alam

Hanya Allahlah yang mengetahui kebenaran, syukron

Iklan
Categories: ARTIKEL, Dakwah, SCRN FIP UNM | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: