Senjata Terbesar Yang Dilupakan Para Aktivis

Bilal bin Rabah“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”

Doa adalah senjata yang terampuh yang di lupakan oleh pejuang islam dalam banyak kesempatan. Pernyataan ini bukanlah basa-basi belaka namun Pernyataan tersebut sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya Ad da’ wa dawa:

Doa maupun ta’awwudz adalah laksana senjata. Yang namanya senjata itu sangat terangantung kepada siapa yang memakainya, bukan hanya karena ketajamannya”

Doa adalah senjata yang selalu tepat sasaran dan anak panah yang tidak pernah meleset , doa juga merupakan” benteng yang berlapis” tempat berlindung setiap pribadi muslim dan juga jamaah muslim dari tipu daya musuh, kesewenangan mereka dan kebengisan mereka. Namun ingat…! Melanjutkan penjelasannya Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, “ jika sebuah senjata itu benar-benar tajam, sedangkan tangan yang menggunkannya kuat, dan tidak ada lagi tameng yang menghalanginya maka sudah tentu musuh akan terhantam. Tapi jika salah satu dari 3 faktor tersebut tidak terpenuhi, pengaruh dan hasilnya akan berkurang. Jika doa yang di panjatkan itu sendiri baik, terhimpun antara lisan dan hatinya dalam berdoa, atau jika ada penghalang yang merintangi keterkabulan doa maka pengaruh dan hasilnya tidak akan terwujud.

Untuk itu kita perlu merenungkan kembali perkataan sahabat Hudzaifah Radiyallahu anhu:

Sungguh, seseorang manusia itu akan menjumpai suatu zaman di mana tidak ada yang selamat pada saat itu kecuali orang yang berdoa “kadua’il ghariq” sebagaimana doanya orang yang tenggelam”[2]

[Shifatu Shafwah I/611)

Kepada siapa kita akan memohon jika bukan kepada Allah? Kepada siapa kita akan meminta jika bukan kepada Pemilik segala sesuatu ? Kepada siapa Anda mencari perlindungan jika bukan kepada Allah, pemilik dan pengatur langit dan bumi, Dialah Allah yang maha mendengar dan Maha mengetahui apa yang kita inginkan, Dialah Allah yang jika mengatakan “ jadilah!” maka terjadilah sesuatu yang di kehendakinya!

Sebuah jamaah Islam mestinya juga mengerti bahwa api kemenangan hanya turun di saat hati para pasukan tengah bergetar. Lihatlah bagaimana kesungguhan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pada saat perang badar sampai “Rida” (kain penutup tubuh bagian atas) beliau terjatuh.

Umar bin khattab Radiyallahu Anhu berkata, “ Aku berdoa bukan karena ingin di kabulkan, tetapi karena aku memang ingin berdoa. Hanya, manakala aku mendapat ilham untuk berdoa, terkabulnya doa itu senantiasa menyertainya”

Kiranya Umar menyitir firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” [Qs.Ghafir : 60)”

Yahya bin Muadz berkata, “ barang siapa yang hatinya di hadirkan oleh dihadirkan oleh Allah kala berdoa, niscaya doa itu tidak akan di tolak.

Doa adalah pangkal dari segala kebaikan. Doa juga pangkal kemenangan, solusi, hidayah, dan taufiq, dalam segala aspek amal islami; dakwah, tarbiyah, hisbah, dan jihad

Berikut ini catatan untuk para aktivis:

  1. Hendaknya setiap Ikhwa memanjatkan doa taufik dan meminta pertolongan dari Allah setiap akan memulai aktivitasnya, sekecil apapun amal yang dilakukannya itu. Jika hal ini menjadi kebiasaanya, InsyaAllah target yang dicanangkan akan selalu tercapai.

Para sahabat terbiasa memohon kepada Rabb mereka, jika tali sandal salah seorang dari mereka putus.

Jika anda melakukan dakwah perintis di suatu desa atau kota, merancang strategi dakwah perbanyaklah berdoa supaya langkah-langkah itu benar-benar penuh berkah dan banyak membawa manfaat.

  1. Yang memperihatinkan adanya tarbiyah imaniyah yang keliru yang diterapkan oleh para aktivis dakwah, sebagai salah satu contoh, seorang aktivis yang bermain bola di penghujung siang di hari Jum’at, atau mengisinya dengan ngobrol santai, membicarakan urusan dunia dan kesibukannya, atau masalah-masalah yang tidak begitu urgen, atau sebenarnya bisa di tunda selama beberapa hari atau beberapa pekan tanpa menimbulkan mudharat, atau menyibukkan diri dengan dengan urusan dunia yang mungkin bisa di tunda, jika anda mendapati hal tersebut mereka bukannya menyibukkan diri pada saat mulia itu saat dikabulkannya doa, zikir, dan salawat dengan doa, Sesungguhnya Anda tengah menyaksikan para aktivis yang tidak memperdulikan senjata utamanya dalam menghadapi musuh-musuh mereka.

  2. Perkara yang ajaib sekali jika anda mendengar ada seorang aktivis sama sekali tidak mendoakan kedua orang tuanya, baik kala keduanya masih hidup maupun setelah tiada. Saya pernah mendapati seorang aktivis yang salah seorang atau keduanya telah meniggngal sekian tahun, namun selama itu pula tidak seuntai doapun di panjatkan untuk keduanya. Sungguh, ini adalah musibah besar! Ini sama saja dengan durhaka kepada keduanya.

  3. Mencengankan juga, ada seorang aktivis yang salah seorang syaikh, guru atu murabbi yang telah mengajarinya urusan dunia, namun tak sekalipun ia mendoakan atau memohonkan ampun untuknya! Hal ini tak lain adalah juhud atau ingkar.

Seberapa berat sih, beban yang dituntut dari mendoakan saudara atau syaikh? Tidak berat sama sekali! Belum lagi bahwa jika kita berdoa kita pula memetik faedah atau manfaat dari doa itu. Imam Muslim meriwaytkan sebuah hadits dari Abu Darda bahwa Rasulullah bersabda:

Doa seorang muslim bagi saudaranya saat tidak di hadapannya akan di kabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang bertugas. Setiap kali memohon kebaikan bagi saudaranya, malaikat yang bertugas itu akan berkata, ‘ Amin dan semoga kamu pun mendapatkan semisal dengannya” [ Shahih Muslim: XVII/50]

Imam Ahmad mendoakan Imam Syafi’i, ustadznya setiap selesai menunaikan shalat. Pernah beliau pernah berkata kepada putra Imam Syafi’I “ ayahmu termasuk enam orang yang selalu ku doakan setiap selesai shalat.”

Semestinya seorang Aktivis muslim mengingat orang-orang yang telah berjasa untuk islam dalam setiap doanya. Orang-orang yang meninggalkan pengaruh yang nyata dalam kehidupan kaum muslimin, seperti orang yang pertama kali menyuarakan islam di dalam negerinya, di kampusnya, atau di kotanya.

Ka’ab bin Malik selalu mendoakan dan memohonkan ampunan bagi As’ad bin Zurarah setiap kali mendengar azan Jum’at. Suatu saat anaknya bertanya, “wahai Ayah, mengapa setiap kali azan Jumat ayah selalu mendoakan Umamah?”

Wahai anakku, dialah orang yang pertama kali mengimani shalat Jum’at kami di Madinah,”jawabnya.

Putranya bertanya lagi, “berapa jumlah kalian waktu itu?”

“Empat puluh orang laki-laki, jawabnya. [HR abu Dawud Dihasankan oleh Syeikh Albani]

  1. Seorang aktivis haruslah rutin mendoakan kaum muslimin yang berada dalam penjara di seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk di doakan. Mereka dalam ujian berate dan kesulitan yang besar. Mereka berada di tangan musuh yang melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Rasulullah pernah melakukan doa qunut selama 3 bulan penuh untuk 3 orang sahabat yang tertawan di Mekah. Kaum musyrikin Mekkah menyiksa dan memaksa mereka untuk murtad . Diantara doa yang beliau panjatkan berbunyi, “ Ya Allah, selamatkanlah Walid bin walid, Salamah bin Hisyam dan Ayyasy bin abu Rabi’ah. [ HR Bukhari: VIII/264]

  1. Para Aktivis mestinya juga mendoakan supaya musuh-musuh islam celaka. Begitu pula orang-orang islam yang memerangi dan menghalangi jalan Allah. Juga bagi tokoh-tokoh kafir liberal dan sekuler seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Beliau juga pernah mendoakan Ri’al, Dzakwan, dan Ushayah yang telah mengeksekusi, membunuh sahabat-sahabatnya di sumur Ma’unah selama sebulan penuh. [HR. Bukhari: VII-385-389]

Beliau juga pernah mendoaka Kisra pengusa Persia. Ketika ia merobek-robek surat Rasulullah, beliau juga berdoa kepada Allah supaya Dia meluluhlantakkan kerajaanya. [HR Bukhari: VIII/ 621]

Hal yang mengagumkan yang dilakukan oleh sahabat Bilal bi Rabah di setiap pagi. Seorang wanita anshar dari Bani Najjar mengisahkan.”Rumahku adalah rumah yang paling tinggi di antara rumah-rumah yang ada di sekitar masjid. Bilal biasa mengumandankan adzan subuh di atas rumahku. Ia biasa duduk pada waktu sahur ( 15 menit sebelum azan), duduk di atas rumah menunggu waktu fajar. Jika ia telah melihatnya, ia pun berdiri sambil berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memujiMu untuk kehancuran orang-orang Quraisy dalam mengakkan din-Mu. Setelah itu barulah ia mengumandankan azan. [Ibnu Ishaq, As sirah an-nabawiyah]

  1. Kepada para aktivis hendaknya tidak lupa untuk mendoakan masyarakat awam supaya mendapatkan jalan hidayah, petunjuk, dan kembali ke jalan kebenaran, jalan yang lurus. Dan juga untuk para pemuda islam. Semua ini dalam rangka meneladani Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallam dengan doanya kepada kabilah Daus “ Ya Allah, Tunjukilah kabilah daus

Semoga Allah Subhanahu menjadikan kita tidak lupa dengan senjata yang dahsyat ini…! Wallahu A’lam

(Dzulqarnain bin Iskandar: Depok 12-28-2014)

Silahkan di kopi dan di sebar “ Hak milik kaum muslimin”

Sumber:

  • Ibnul Qayyim al Jauziyah: Ad-Da’- wa Dawa’ (Al jawabul kafi liman sa’ala anid dawa Asy-Syafi)
  • Ibnul jauzi : Shifatu Shafwah
  • Dr. Najih Ibrahim : Risalah ila kulli man ya’malu lil islam
  • http://wahdah.or.id/
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: